Sakit Kepala yang Sering Terjadi, Ini Jenis dan Penyebabnya

Sakit Kepala yang Sering Terjadi, Ini Jenis dan Penyebabnya
Sakit Kepala yang Sering Terjadi, Ini Jenis dan Penyebabnya

Sakit kepala adalah keluhan umum yang mungkin dialami setiap individu. Beberapa orang akan mengalami sakit kepala dari waktu ke waktu.

Terkadang, penderita menganggap bahwa rasa sakit pada kepala diakibatkan oleh hal yang sama. Padahal, ada banyak jenis sakit kepala dengan penyebab yang berbeda-beda pula.

Secara garis besar, jenis sakit kepala dibedakan menjadi sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah jenis sakit kepala yang memang menjadi jenis penyakit.

Sementara, sakit kepala sekunder merupakan gejala dari penyakit atau kondisi medis lain yang menyerang tubuh kamu. Dengan kata lain sebagai indikasi adanya gangguan kesehatan.

Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang tidak disebabkan oleh kondisi lain. Dengan kata lain, sakit kepala yang kamu alami tidak dipicu oleh sesuatu yang sedang dihadapi tubuh kamu, seperti penyakit atau alergi.

Sakit kepala primer itu sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu:

  1. Migrain

Jika kamu merasakan sakit yang berdenyut-denyut hanya di satu sisi kepala, kemungkinan besar kamu mengalami migrain.

Baca Juga :   Cara Mengecilkan Perut Buncit di Sini

Gejala migrain biasanya ditandai dengan mual, muntah, dan peningkatan kepekaan terhadap cahaya, suara, dan bau. Dalam beberapa kasus, migrain juga dapat disertai dengan gangguan penglihatan berupa kilatan cahaya, titik-titik cahaya, atau perubahan lain pada pandangan mata.

Penyebab utama migrain adalah gangguan saraf turunan yang bisa membuat seseorang lebih sensitif terhadap rangsangan pemicu migrain. Penyebab lainnya, seperti stres, kurang tidur, dan sering melewatkan jam makan.

  1. Sakit Kepala Tegang (Tension Headache)

Sakit kepala tegang merupakan jenis sakit kepala yang biasa dialami sehari-hari. Kamu akan merasakan sakit yang tumpul dan konstan yang dirasakan di kedua sisi kepala.

Jika kamu mengalami sakit kepala tegang, kamu mungkin merasakan sensasi nyeri di seluruh kepala tapi tidak berdenyut. Nyeri atau sensitif di sekitar leher, dahi, kulit kepala, atau otot bahu juga kerap terjadi.

Pemicunya bisa karena stres, cemas, menatap layar komputer terlalu lama, postur tubuh yang kurang baik, serta konsumsi kafein secara berlebihan.

  1. Sakit Kepala Cluster
Baca Juga :   Cara Mengatasi Stres dan Depresi secara Jitu dalam Waktu Singkat

Sakit kepala cluster adalah jenis yang biasa disebut sakit kepala sebelah. Pasalnya, sakit kepala ini menyebabkan rasa sakit di salah satu sisi kepala saja.

Sakit kepala cluster ditandai dengan rasa terbakar yang parah dan nyeri menusuk. Sakit kepala ini terjadi di sekitar atau di belakang satu mata atau di satu sisi wajah. Terkadang pembengkakan, kemerahan, dan berkeringat bisa terjadi di sisi yang terkena sakit kepala.

Sakit kepala ini terjadi secara berurutan. Setiap sakit kepala dapat berlangsung dari 15 menit hingga tiga jam. Kebanyakan orang mengalami satu hingga empat sakit kepala dalam sehari.

  1. Sakit Kepala saat Beraktivitas

Sakit kepala saat beraktivitas disebabkan oleh latihan fisik yang berat dan dapat dipicu oleh kegiatan berlari, melompat, angkat beban, hubungan seksual, dan serangan batuk dan bersin.

Sakit kepala ini biasanya berlangsung sangat singkat tetapi terkadang bisa bertahan hingga 2 hari. Gejalanya adalah nyeri berdenyut yang dirasakan di seluruh kepala dan lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki riwayat keluarga migrain.

Baca Juga :   Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Tubuh dan Keseharianmu!

Jika kamu mengalami sakit kepala cluster untuk pertama kalinya, kamu perlu menemui dokter karena bisa jadi itu pertanda sesuatu yang serius.

  1. Sakit kepala Hypnic

Sakit kepala hypnic atau hipnik adalah kondisi langka yang biasanya dimulai untuk pertama kalinya pada usia 50-an, tetapi dapat juga dimulai lebih cepat. Sakit kepala ini dikenal sebagai sakit kepala “jam alarm” karena dapat membangunkan kamu dari tidur di tengah malam.

Sakit kepala hipnik terdiri dari nyeri berdenyut ringan hingga sedang yang biasanya dirasakan di kedua sisi kepala. Ini bisa berlangsung hingga 3 jam, dan gejala lainnya termasuk mual dan kepekaan terhadap cahaya dan suara.

Sayangnya, hingga saat ini penyebab dan pemicu sakit kepala hipnik belum diketahui.