Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah yang banyak membantu masyarakat. Sebab, para pesertanya dapat menikmati fasilitas kesehatan dengan biaya yang terjangkau.

Hampir seluruh penyakit berbahaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Bahkan, fasilitas kesehatan yang membutuhkan biaya ratusan juta seperti operasi dapat ditanggung BPJS.

Meski BPJS Kesehatan bisa menanggung biaya pengobatan banyak penyakit, BPJS Kesehatan memiliki aturan tertentu yang membuat sejumlah pasien dengan kasus tertentu tidak dapat menikmati layanannya.

Apa saja kasus kesehatan serius yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan? Simak penjelasannya berikut ini!

Penyakit yang Tidak Ditanggung

  1. Hepatitis Akibat Narkoba

Pada dasarnya, BPJS Kesehatan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi pasien hepatitis.

Namun, BPJS Kesehatan akan mengecualikan layanannya jika dalam pemeriksaan diketahui jika penyakit hepatitis tersebut muncul akibat buruknya gaya hidup pasien. Misalnya, pasien diketahui terjangkit virus hepatitis dari jarum suntik narkoba.

Baca Juga :   Berikut Cara Memilih Buah Segar

Hepatitis sendiri merupakan istilah medis yang merujuk kondisi peradangan hati yang umumnya dissebabkan oleh virus.

Jika tidak ditangani dengan serius, hepatitis bisa mengakibatkan kematian.

  1. Gangguan Ginjal Akibat Minuman Keras

Sama seperti hepatitis yang disebabkan oleh narkoba, penyakit kerusakan ginjal yang disebabkan oleh kebiasaan minum minuman keras juga dikecualikan dari tanggungan BPJS Kesehatan.

Alasannya, penyakit disebabkan karena kelalaian pasien dalam menjaga kesehatan. Pengobatan ginjal juga diketahui memakan biaya yang cukup mahal.

Bahkan, penderita kerusakan ginjal kronis diwajibkan untuk rutin melakukan cuci darah.

  1. Tetanus Akibat Percobaan Bunuh Diri

Tetanus adalah istilah medis yang merujuk pada kerusakan sistem saraf yang diakibatkan oleh racun pada bakteri.

Baca Juga :   Atasi Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Ini Manfaatnya

Gejala tetanus antara lain badan tegang, kaku dan sakit. Pada dasarnya, BPJS Kesehatan menanggung biaya pengobatan untuk penyakit tetanus.

Namun, jika penyakit ini diketahui muncul akibat upaya bunuh diri, maka BPJS Kesehatan berhak untuk tidak membiayai pasien penyakit tetanus.

Kasus Kesehatan yang Tidak Ditanggung BPJS

Selain penyakit, BPJS Kesehatan juga mengecualikan sejumlah kasus kesehatan dari pertanggungannya. Apa saja kasus kesehatan tersebut, mari kita lanjutkan ulasannya di bawah ini.

  1. Operasi untuk Tujuan Estetik

Sesuai dengan Permenkes 28 tahun 2014, BPJS Kesehatan pada dasarnya menanggung semua fasilitas kesehatan untuk pengobatan penyakit.

Bahkan, jika terindikasi medis, BPJS Kesehatan menanggung biaya pengobatan mahal seperti operasi.

Namun, jika operasi ditujukan untuk tujuan estetik dan kecantikan seperti operasi plastik, BPJS Kesehatan tidak menanggung biayanya.

  1. Operasi Akibat Kecelakaan Kerja
Baca Juga :   Manfaat Memainkan Alat Musik Piano pada Anak

BPJS Kesehatan juga tidak menanggung biaya kesehatan bagi seorang pekerja yang harus menjalani operasi akibat kecelakaan kerja.

Alasannya karena kasus kesehatan ini sudah ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

  1. Pengobatan Infertilitas

Infertil adalah istilah medis yang merujuk pada tidak suburnya organ reproduksi. Akibat dari kasus medis ini adalah kesulitan untuk memiliki keturunan.

Masalah infertilitas memang bisa diobati. Namun, BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya untuk mengatasi masalah kesehata ini.

  1. Pengobatan Alternatif

Tidak sedikit orang yang memilih metode pengobatan alternatif seperti akupuntur, shin she dan chiropractic.

Namun, bagi kamu yang menyukai metode pengobatan seperti yang disebutkan tadi harus menanggung sendiri biayanya.