Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Pendidikan Kesehatan Reproduksi

1

Kesehatan reproduksi adalah suasana sehat secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan yang terkait bersama dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi. Pendidikan kesegaran reproduksi di sekolah/madrasah terlalu penting mengingat belum tersosialisasikannya secara menyeluruh cara perawatan kebersihan organ reproduksi, perilaku seksual pranikah, kehamilan anak yang berisiko dan persoalan reproduksi pada peserta didik selagi ini dan setelah dewasa. Pendidikan kesegaran reproduksi bagi anak usia sekolah lebih menekankan kepada proses pertumbuhan dan pertumbuhan untuk raih dewasa sehat dan mengasah kemampuan/daya tangkal peserta didik untuk menghindarkan diri dari perilaku berisiko atau pengaruh luar yang bakal berdampak negatif bagi kesegaran mereka terlebih kesegaran reproduksi.

Materi kesegaran reproduksi yang diberikan bagi anak usia sekolah pada lain:

1. Konsep dasar pendidikan kesegaran reproduksi

2. Nilai, norma, batasan diri dan interaksi bersama dengan orang lain

3. Pertumbuhan dan pertumbuhan peserta didik

4. Masalah kesegaran reproduksi peserta didik

5. Gender dan kekerasan

6. Teknologi, informasi dan komunikasi

7. Dukungan dan sarana persoalan kesegaran reproduksi di sekolah

Kegiatan

Pemberian materi kesegaran reproduksi kepada peserta didik disesuaikan bersama dengan slot gacor gampang menang  usia, tingkat pendidikan dan terintegrasi bersama dengan mata pelajaran (diberikan didalam wujud permainan dan diskusi kasus) secara intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Waktu

Sekolah/madrasah mampu pilih selagi pelaksanaan Pendidikan kesegaran reproduksi sebagai berikut:

• Intrakurikuler: ditunaikan minimal 1 kali tiap tiap minggu pada jam pelajaran Guru BK/Guru kelas atau terintegrasi pada mata pelajaran guru lainnya seperti IPA atau PJOK yang sesuai. Kegiatan ditunaikan di kelas masing-masing.

• Kokurikuler: ditunaikan minimal 1 kali tiap tiap minggu.

• Ekstrakurikuler: ditunaikan minimal 1 kali tiap tiap minggu lewat kegiatan secara interaktif/dalam wujud permainan.

Pelaksana

Guru kelas, guru mata pelajaran IPA, PJOK, guru UKS/M, peserta didik.

Sarana

• Buku-buku pedoman/panduan kesegaran reproduksi/rencana aksi guru.

• Video tutorial dan tempat KIE lainnya.

Langkah-Langkah

• Intrakurikuler: Pendidikan kesegaran reproduksi diberikan lewat program Aksi Guru secara berjenjang dari Direktorat GTK (Guru & Tenaga Kependidikan) Kemendikbud.

• Kokurikuler: ditunaikan seperti kronologis pemberian pelajaran lewat Kokurikuler seperti biasanya.

• Ekstrakurikuler: ditunaikan minimal 1 kali tiap tiap minggu bersama dengan memberi tambahan pemahaman dan keterampilan terkait kesegaran reproduksi. Guru memberikan pendidikan kesegaran reproduksi lewat diskusi, bermain peran, belajar persoalan dan permainan

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.