Mengenal Gejala Trombus dan Pengobatannya
Woman touching painful varicose veins on a leg

Trombus adalah gumpalan darah yang terbentuk pada dinding pembuluh darah. Gumpalan darah sebenarnya bermanfaat untuk menghentikan perdarahan, sebagai respons terhadap cedera atau luka. Namun, ketika terjadi di luar kondisi tersebut, trombus dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Darah berfungsi untuk memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Tanpa darah, jaringan dan organ tubuh akan mengalami kerusakan sehingga tidak mampu bekerja dengan baik. Itulah sebabnya, gangguan pada aliran darah akibat trombus dapat menimbulkan beragam penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke.

Memahami Trombus
Gumpalan darah terjadi ketika darah mengeras mnejadi padat. Gumpalan darah yang terbentuk di dalam pembuluh darah arteri dan vena ini disebut trombus.

Baca Juga :   Kenali Risiko Berbahaya Akibat Patah Tulang Rusuk

Trombus dapat terbentuk di bagian tubuh mana saja. Kemudian, trombus bisa terlepas terbawa aliran darah ke bagian tubuh yang lain dan menyebabkan sumbatan di daerah tersebut. Trombus yang terlepas dan mengakibatkan sumbatan ini disebut emboli.

Sumbatan pada arteri dapat menghalangi asupan oksigen ke jaringan di daerah tersebut. Kondisi kurangnya oksigen pada jaringan ini disebut dengan iskemia. Jika iskemia tidak segera diobati, dapat terjadi kerusakan pada jaringan tubuh dan bahkan kematian jaringan.

Gejala Trombus Berdasarkan Lokasi Penyumbatannya

Pembekuan darah bisa menimbulkan beberapa gejala. Namun, gejala tersebut dipengaruhi oleh lokasi terjadinya sumbatan. Berikut ini adalah gejala trombus berdasarkan bagian yang aliran darahnya terganggu:

  1. Sumbatan pada vena tungkai (deep vein thrombosis/DVT)
Baca Juga :   Ngemil Nggak Bakalan Bikin Kamu Gemuk Kok?

Sumbatan pada vena tungkai dapat menimbulkan rasa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada tungkai dan kaki. Gejala trombosis vena dalam (DVT) biasanya hanya muncul pada satu tungkai dengan tingkat keparahan yang bervariasi sesuai ukuran bekuan darah.

  1. Sumbatan pada paru-paru (emboli paru)

Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri dada, sesak napas mendadak, serta denyut nadi yang cepat. Selain itu, muntah darah juga dapat terjadi. Emboli paru adalah kondisi yang perlu segera mendapatkan pertolongan medis.

  1. Sumbatan pada arteri otak

Sumbatan pada arteri otak menyebabkan nyeri kepala yang mendadak dan berat. Selain itu, sumbatan ini juga dapat menimbulkan gejala stroke, seperti kehilangan kemampuan bicara dan penglihatan, sulit berjalan, serta kelemahan (kelumpuhan) pada salah satu sisi tubuh.

  1. Sumbatan pada arteri jantung
Baca Juga :   Glioblastoma, Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Kondisi ini menyebabkan munculnya gejala serangan jantung, seperti nyeri dada yang menjalar hingga ke leher atau lengan, sesak napas, mual, gangguan pencernaan, dan keluar keringat dingin.

  1. Sumbatan pada arteri yang memasok darah ke usus

Nyeri perut, mual, dan adanya darah dalam tinja, adalah beberapa gejala yang bisa muncul jika sumbatan terjadi pada arteri yang bertugas memasok darah ke usus. Gejala ini tidak khas karena sering kali juga ditemukan pada infeksi virus dan keracunan makanan.