Insecure: Dampak Buruk Kecemasan bagi Hubungan Sosial

Insecure: Dampak Buruk Kecemasan bagi Hubungan Sosial
Insecure: Dampak Buruk Kecemasan bagi Hubungan Sosial

Sebagai seorang manusia kamu pasti pernah merasakan rasa tidak percaya diri, cemas, takut, dan insecure bukan? Perasaan-perasaan ini adalah hal yang sangat wajar dalam kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, kamu juga tetap harus memperhatikan perasaan-perasaan tersebut. Apakah perasaan insecure yang kamu rasakan terjadi secara terus menerus? Jika memang iya, kamu harus lebih memperhatikan kondisi kesehatan mental kamu.

Karena perasaan insecure yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan paranoid, dan masih banyak lagi. Ini juga dapat berdampak buruk pada hubungan sosial kamu.

Insecure adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki perasaan yang tidak aman. Biasanya orang-orang dengan perasaan insecure akan merasa kurang percaya diri terlepas dari apa pencapaian mereka.

Baca Juga :   Mengenali Anatomi Penis dan Proses Ereksi

Orang-orang dengan perasaan ini juga akan mempertanyakan apakah yang mereka lakukan sudah benar, apakah ada cara lain untuk melakukannya, dan merasa bahwa diri mereka selalu kurang dari yang seharusnya.

Menurut Abraham Maslow, psikolog asal Amerika, dalam bukunya yang berjudul “The Dynamics of Psychological Security,” orang yang merasa tidak aman akan memandang dunia sebagai hutan yang mengancam, di mana di dalamnya terdapat banyak orang-orang berbahaya dan egois.

Maslow juga menyebutkan bahwa orang-orang dengan perasaan tidak aman akan merasa ditolak, dikucilkan, pesimis, tidak bahagia, memiliki perasaan bersalah, menunjukkan tanda-tanda ketegangan, dan cenderung egois.

Penyebab Insecure

Penyebab perasaan insecure bisa terjadi karena berbagai faktor. Namun, menurut Melanie Greenberg, seorang psikolog klinis, penyebab insecure biasanya terjadi dikarenakan 3 bentuk yang paling umum.

Baca Juga :   Penyebab dan Cara Mengatasi Demam pada Anak

Yang pertama adalah perasaan tidak aman yang disebabkan kegagalan atau penolakan dalam waktu dekat. Peristiwa terkini yang terjadi dalam hidup akan sangat memengaruhi perasaan dan suasana hati seseorang.

Penelitian menunjukkan bahwa 40% “happiness quotient” atau kecerdasan kebahagiaan seseorang didasari pada peristiwa terkini dalam hidup mereka. Untuk itu, pengalaman atas kegagalan atau penolakan bisa membuat kamu merasa insecure dan mempertanyakan kemampuan diri kamu sendiri.

Yang kedua adalah rasa kurang percaya diri yang disebabkan karena kecemasan sosial. Ini biasanya terjadi saat kamu menghadapi situasi sosial, seperti menghadiri sebuah acara, melakukan pertemuan, dan wawancara.

Baca Juga :   Mengenal Berbagai Tes Infertilitas Beserta Manfaatnya

Situasi sosial tersebut dapat membuat kamu merasa cemas, takut, dan sadar diri atas penilaian orang lain terhadap diri kamu. Akibatnya, kamu akan merasa tidak nyaman dan aman dengan situasi sosial seperti itu dan memilih untuk menghindarinya.

Yang ketiga adalah rasa tidak aman yang disebabkan oleh perfeksionisme. Sebagian orang memiliki standar yang tinggi atas segala hal. Seperti, menginginkan nilai tertinggi, pekerjaan terbaik, sosok yang sempurna, pasangan yang ideal, dan segala hal sempurna lainnya.

Sayangnya, hidup tidak selalu berjalan sempurna seperti yang kamu inginkan, meskipun kamu sudah berusaha dan bekerja keras. Ketika standar tinggi kamu tidak terpenuhi, maka akan muncul rasa insecure dalam diri kamu.