Atasi Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Ini Manfaatnya

Atasi Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Ini Manfaatnya
Atasi Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Ini Manfaatnya

Menurut UNICEF, kasus obesitas pada kalangan dewasa di Indonesia terus meningkat selama dua dekade terakhir. Gaya hidup yang tidak sehat serta kurangnya aktivitas fisik menjadi alasan terjadinya peningkatan kasus obesitas yang signifikan.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi obesitas, salah satunya adalah dengan operasi bariatrik. Rumah Sakit Pondok Indah Group baru saja mengadakan Konferensi Pers Melawan Obesitas dengan Operasi Bariatrik pada Jumat (11/11/2022).

Acara ini menghadirkan Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp.B.SubBDig, Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif RS Pondok Indah – Pondok Indah, untuk menjelaskan manfaat dan jenis-jenis operasi bariatrik.

Baca Juga :   Cara Mengecilkan Perut Buncit di Sini

Apa itu operasi bariatrik?

Operasi bariatrik adalah proses pembedahan yang dilakukan untuk menolong orang yang mengalami obesitas. Dokter Peter menjelaskan bahwa prosedur ini dilakukan dengan cara memodifikasi saluran pencernaan.

Metode ini bertujuan untuk mengontrol jumlah makanan yang dapat ditampung oleh lambung serta mengurangi penyerapan nutrisi di usus halus. Hal ini diharapkan dapat memberikan pola makan yang lebih baik untuk pasien obesitas di kemudian hari.

Jenis-jenis operasi bariatrik

Dokter Peter menjelaskan bahwa operasi bariatrik dapat dibagi menjadi tiga jenis utama, yaitu sleeve gastrectomy, Roux en Y gastric bypass, dan single anastomosis duodeno-ileal bypass with sleeve gastrectomy (SADI-S). Ketiga metode ini ditujukan untuk kasus obesitas yang berbeda.

  • Sleeve gastrectomy: Metode ini umumnya digunakan untuk kasus obesitas yang tidak terlalu parah.
  • Roux-en-Y gastric bypass: Cara ini digunakan untuk kasus obesitas yang lebih parah dan untuk pasien yang mengalami masalah metabolik, seperti diabetes atau hipertensi.
  • Single anastomosis duodeno-ileal bypass with sleeve gastrectomy (SADI-S): Prosedur ini digunakan untuk kasus obesitas yang sangat parah.
Baca Juga :   Ini yang Harus Anda Ketahui Tentang Laminektomi

Ketiga tindakan ini memiliki hasil akhir penurunan berat badan karena adanya modifikasi saluran pencernaan pasien.

Operasi bariatrik berbeda dengan bedah kosmetik

Dokter Peter menekankan bahwa operasi bariatrik sangat berbeda dengan bedah kosmetik, seperti tummy tuck atau sedot lemak. Bedah bariatrik menangani akar persoalan obesitas sekaligus penyakit penyertanya, sedangkan bedah kosmetik hanya memperbaiki penampilan.

Dengan memodifikasi saluran cerna pasien, makanan tidak akan melewati usus dua belas jari (Roux-en-Y gastric bypass) atau melewati saluran penceraan dengan lebih cepat (sleeve gastrectomy).

Baca Juga :   Cara Mengatasi Sesak Napas pada Malam Hari

Proses ini akan menyebabkan peningkatan hormon GLP-1 yang dapat memberbaiki metabolisme gula oleh insulin. Pada akhirnya, ini akan membantu menghilangkan rasa lapar pasien, memodifikasi profil hormon yang lebih efektif, serta membantu mengurangi kalori yang diserap tubuh.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *